menunggumu

Menunggu, bukan hal yang mudah dilakukan sayang. Aku bukan hendak mengakhiri penantianmu terhadapmu. Aku menikmati pekerjaan ini, menunggu, menunggu dan menunggumu. Aku menikmatinya. Akupun tidak memintamu untuk memberikan harga di tiap detik waktu aku menunggumu.

Sayangku, terkadang akupun ingin kamu mengerti, betapa aku menunggu kabarmu, balasan telponku, balasan sms ku dan secarik berita tentangmu.

Kau tau sayangku? Kadang aku harus berlari, mengejarmu, tapi yang kutahu aku seperti mengejar bayangmu. Kamu selalu saja tidak berhasil aku raih, meskipun itu hanya menggapai jarimu.

Keadaan yang menyebabkan raga kita selalu saja di renggut ruang dan waktu, terpisahkan jarak, terjeda waktu.

Aku tau sayangku, kamu lelah batin, karena deraan perjalanan hidup yang kamu jalani.

Satu pintaku sayangku, jika suatu saat aku tidak lagi menjadi lelaki pujaanmu, lupakan aku, jangan pernah anggap aku ada.

AH…tiba-tiba ideku buyar seketika, ketika telepon berdering dan di ujung sana kamu menyahut…..

Posted in nggacor, perjalanan | 1 Comment

Dimana arahku???

Pernah ngerasain rasanya diabaikan dan tidak di hargai? Sakit sekali bukan?

Baru-baru ini aku ngerasain hal itu, rasanya tidak dianggap, begitu besar perhatianku padamu, tapi hanya sekedar memberikan kabar keberadaanmu saja kamu tidak sempat (atau tidak mau?), lebih sempat kamu memberikan komentar ataupun menulis status di situs jejaring sosial itu.

Aku mungkin tidak menginginkan dihargai sedemikian besar, tapi bukankan saling menghargai pasangan juga merupakan wujud dari cinta? Ataukah memang itu suatu pertanda bahwa cintamu mulai pudar? Ataukah memang kamu sudah mulai bosan dengan hubungan yang seperti ini?

Aku tidak menyalahkan dirimu yang mulai bosan, tapi sadarkah kamu bahwa setiap kali kamu kuajak untuk lebih maju satu langkah, setiap kali itu pula kamu menolak, dengan berbagai alasanmu, baik dari dirimu sendiri maupun aku yang di jadikan alasan. Bukankah aku sudah berkali-kali bilang bahwa kita bisa hadapi itu bersama-sama, kita masing-masing punya masa lalu, punya masa kelam, tapi sudah seharusnya kita melepaskan masa lalu kita, bukan untuk dilupakan, tapi biarlah masa lalu kita sebagai bagian dari diri kita, yang membentuk diri kita sampai seperti ini.

Entahlah…kadang aku kehilangan arah….

Posted in nggacor, perjalanan | 1 Comment

Tentang kita

Kita sudah berjalan sejauh ini, kita tau apa yang sudah kita lewati, hingga nasib menyatukan kita, dipertemukan kehidupan. Rasa yang selama ini ada juga bukan tanpa alasan berada di dalam hati kita masing-masing.

Tapi aku kira dengan terbuai kata-kata tentang bagaimana kehidupan mempertemukan kita, tidak akan pernah ada gunanya dan hubungan ini yang pasti tidak akan berakhir di mana-mana. Ya, tidak akan pernah ada gunanya, jika kita tidak pernah berusaha menghargai dan memperjuangkan apa yang sudah diberikan kehidupan, yang sudah diberikan Tuhan.

Hubungan selalu membutuhkan usaha dikedua belah pihak, aku yakin kita sama-sama tau itu. Jadi sekeras apapun aku berusaha, semua tidak akan ada hasilnya jika tidak di imbagi dengan usaha darimu. Mungkin dalam beberapa hal kita masih bisa berjalan, untuk beberapa waktu, tapi aku yakin hubungan seperti itu pasti akan pincang dan tidak akan berakhir di mana-mana. Mungkin malah akan saling menyakiti.

Ketika kamu memilih sikap diam setelah aku membicarakan semua fakta yang ada, aku bisa mengerti. Bukan aku tidak lagi mau berusaha untukmu, bukan lagi aku bosan dengan perasaan sayangku kepadamu, tapi aku juga memilih membiarkanmu juga karena aku mencintaimu. Bukankah cinta adalah pembiaran, membiarkan kamu menjadi dirimu sendiri, tumbuh dengan caramu sendiri, karena jika aku memaksa dan membentuk kamu sesuai dengan yang aku inginkan, aku hanya akan melihat pantulan diriku sendiri didalam dirimu.

Kamu tahu kan, apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu.

Posted in nggacor, perjalanan | Leave a comment

tak akan ada cinta yang tersisa

ketika aku, kamu dan dia
saling menyakiti tanpa kata
dan tau bagaimana akhirnya…

Posted in puisi | Leave a comment

entah….

Entah bagaimana caraku untuk meyakinkan dirimu dan membuatmu percaya padaku…
entah bagaimana pula yang harus kubuktikan lagi padamu…

yang aku tahu saat ini, dan saat-saat yang lalu, aku tidak pernah melepas pandanganku padamu, sekejappun…

Biarlah waktu yang menjawab semua keraguanmu, biar waktu yang menguji kualitas hatiku. Aku berani diadu dengan siapapun yang kamu temui, aku berani di bandingkan, karena aku tahu, cintaku padamu tak ada yang akan mengalahkan…

Aku tidak mau membanggakan apa saja yang sudah aku lewati untukmu, berapa lama aku sudah berjuang melewati waktu untuk menjagamu, yang bahkan kamu kadang tidak menyadari, tapi cukuplah itu sebagai penguat hatiku, bahwa aku sudah lama diuji, sudah lama hempaskan berkali-kali, dan aku tetap kembali berdiri, menjaga hati…hatimu agar tidak terluka dan mati…

Mungkin suatu saat aku harus pergi, tapi aku ingin pergi dengan melihat senyum yang indah dari mu Mi…
atau kalaupun aku akan bersamamu hingga saat ku mati nanti, sambutlah tanganku ini, jangan biarkan aku sendiri, dan mati dalam sepi…

Posted in nggacor, perjalanan | Leave a comment

karena aku bukanlah dia

aku seperti mengejar bayanganmu
yang tak pernah tertangkap
tetapi selalu menggantung di depanku

aku mencintaimu sedalam itu
sementara kamu?
setengah dari diriku saja kamu belum tahu….

Posted in perjalanan, puisi | 1 Comment

diam

*sound effect nada tunggu

“tuuuut….tuuuutt……”, no reply

Aku ulangi beberapa kali, tetap no reply

“Kenapa mesti dengan cara seperti ini? Kepikiran banget, Mi..”

Sebenernya baru satu hari kita sama-sama diam, eh..belum genap satu hari, baru tengah malem dia ga mau nerima teleponku.

Daftar friendlist di Facebook, di delete…aneh..semua jadi aneh. Padahal kita tau, dalam diam sebenarnya kita masih saling mencari kabar masing-masing, aku selalu mencari dan mengamati dengan siapa dia berinteraksi, dan aku juga yakin dia pasti melakukan hal yang sama.

Aku sudah tidak tahan, walaupun baru beberapa jam dia mengambil sikap diam, padahal yang saya inginkan hanya satu: jangan diam. Let’s talk, let’s fix this. Diam gak menyelesaikan masalah. Dan membiarkan satu masalah nginep sampai berhari-hari, buat saya hanya menambah masalah-masalah baru yang seharusnya gak perlu ada. If we can talk about it now, then why wait?

Aku orangnya bukan yang terbiasa diam jika ada masalah, dan aku juga tau, dia sedang berada dalam tekanan batin yang luar biasa. Aku hanya ingin dia membicarakannya, mungkin tidak perlu di bagi, tapi bukan berarti mengambil sikap diam dan mengucilkan diri.

Malang-Bekasi, jarak saja sudah merupakan salah satu tantangan terbesar dalam hubungan ini, kenapa harus ditambah dengan beban-beban yang lain? Kenapa harus diam kalo aku ada dan siap berbagi denganmu?

Mungkin kamu memang terbiasa mengucilkan diri, mengambil sikap diam sendiri, tapi sekarang ada aku, aku yang selalu siap mendengar semua keluh-kesahmu, aku yang selalu berusaha ada di setiap waktu untukmu, sejak dulu hingga detik inipun tetap seperti itu.

I love you, untuk apa semua kata yang indah, jika ketika semua yang kulakukan hanya untuk satu alasan, aku menyayangimu….

Posted in cerita, perjalanan | Leave a comment

Cemburu dan Dukungan

Semalam seseorang mengirim saya sebuah sms,

“Menurut Mas besok aku nemuin dia ga ya?”

Sedikit cerita, seseorang itu, sebut saja Mimi, yang mengirimi saya sms, ada lah seseorang yang dulunya hendak saya tinggalkan (baca: Untuk Seseorangku di sana), tapi entah kenapa, dia begitu gigih menahan saya untuk tidak pergi. Mungkin pada saat itu dia mempunyai pertimbangan lain untuk benar-benar menahanku untuk tidak pergi, di sisi lain, Mimi juga mempunyai mantan yang pada saat itu belum mempunyai kejelasan status. Tapi kita tau, bahwa kita saling mencintai dan saling membutuhkan.

Singkat cerita, hubungan kami membaik, kedekatan kami udah pada level di mana bisa di sebut kekasih, tapi , selalu ada ganjalan, mantannya. Semalam, Mimi bilang ke saya dia akan menemui mantannya, untuk memberikan kejelasan dan mengakhiri semua.

Perih memang saat sms itu di kirim, dengan sms-sms lanjutannya, tapi aku sadar, saat ini Mimi lebih membutuhkan dukungan untuk bisa menghadapi kenyataan dan menyelesaikan semua. Bukan cuma rasa cemburuku yang bisa di bilang sedikit buta.

Adakalanya saya harus bisa menekan cemburu, tidak perlu sampai membunuhnya, hanya menekan, untuk sesuatu yang lebih baik. Cemburu memang baik, asal sesuai dengan porsi dan waktunya, cemburu yang berlebihan juga akan menjadikan racun dalam hubungan. Suatu ketika pasangan saya lebih membutuhkan kepercayaan dan dukungan saya untuk menghadapi masalahnya, sendiri, dan saya disaat itu harus bisa memberikan support, dukungan dan cukup saya mengawasinya dari jauh. Terkadang juga pasangan saya harus diberi keleluasaan untuk menghadapi masalahnya sendiri, tanpa harus selalu bergantung dengan saya.

Semoga masa lalu saya tidak selalu hadir dan mengotori masa sekarang, sehingga saya bisa menyongsong dan melewati masa depan….

Posted in nggacor, perjalanan | Leave a comment

Untuk seseorangku di sana

Ini  bukan keputusan yang mudah, bukan juga suatu hal yang ringan untuk di jalani, segala sesuatunya tentang meninggalkan dan melupakan kamu pasti akan berat, tapi keputusan harus di ambil.

Disaat semua harapanku, semua kesungguhan dan ketulusan cintaku hanya untukmu, pada akhirnya yang kamu berikan hanya harapan semu di tiap saat kujalani.

Aku sayang banget sama kamu…lebih dari yang bisa kamu bayangin, dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun, tapi kalau keadaan seperti ini terus, bahkan untuk berteman denganmu menjadi berbahaya, dan akan menyakiti banyak hati. Bukan hanya hati kita berdua, tapi hati orang-orang di sekitar kita.

Mungkin sebaiknya kita melanjutkan hidup tanpa harus kisah hidup kita bersentuhan. Lebih baik seperti itu, setelah semua kisah hidup yang akan aku bagi dan akau jalani bersamamu, kau lewatkan begitu saja.

Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu lebih lama, semoga kamu bahagia dengan kisah hidup pilihanmu.

Selamat tinggal, Mi

Sebuah sms yang kukirimkan kepada seseorang yang benar-benar saya sayang dan cintai. Perih sebenarnya mengirim sms itu, saya tau dia juga mencintai saya dengan sepenuh hatinya. Tapi entah mengapa, dan mungkin saya tidak akan pernah mengerti, dia tidak berani mengambil langkah untuk melanjutkan hidup bersama saya. Maaf untukmu, tapi hidup itu adalah pilihan, setiap pilihan pasti ada resiko, saya lihat kamu tidak pernah berani mengambil resiko untuk itu, untuk menempuh hidup bersamaku..

Nb. Minimal kamu tidak akan pernah bingung, menentukan pilihanmu..antara Okan atau aku…

Posted in nggacor, perjalanan | Leave a comment

Balikan sama mantan?? kenapa tidak…

Masa-masa berpacaran sudah pasti diselingin sama yang namanya tengkar, debat, dan yang paling parah adalah keputusan untuk berpisah. Tapi bagaimana pula jika kita kembali lagi menjalin hubungan cinta dengan kekasih yang dulu, yang sempat bertengkar, saling menyakiti sehingga pada suatu keputusan untuk berpisah. Haruskah di sebut sebagai penjilat ludah sendiri??

Saya kira tidak, tidak pernah ada yang salah dengan kembali dengan mantan pacar dulu, sama halnya dengan tidak ada yang salah dengan cinta, sedikit-dikitnya tidak ada yang salah, tapi kadang mungkin cinta hadir di tempat dan waktu yang salah, bukan cintanya yang salah.

Kembali menjalin hubungan dengan mantan memang indah (menurut beberapa orang), tapi juga kadang menyakitkan (menurut beberapa orang juga), tapi yang sering menjadi permasalahan adalah perasaan yang hadir ketika hubungan kembali di jalin, kedua belah pihak harus sangat hati-hati dengan perasaan masing-masing, jangan sampai jalinan cinta yang dijalin adalah rasa kasihan yang di terkamuflasekan dengan rasa cinta.

Menjalin hubungan kembali dengan mantan atau reunion, reunited, reinforcement..(eh itu buat perang kan…), atau bisa diartikan menjalin hubungan dari awal lagi, new start new begining, yang dinamakan new start berarti memulai segalnya baru, fresh, tanpa dibayang-bayangin masa lalu, ataupun kesalahan-kesalahan yang lalu, sama halnya seperti sepasang pecinta yang baru menjalin hubungan, cuma ini bedanya sudah saling mengetahui satu sama lain. Jika begitu halnya, maka yang dinamakan balikan sama mantan menjadi sama indahnya dengan menjalin cinta baru dengan orang yang baru, lebih indah malah.

Tapi beda lagi jika reunion itu dalam perjalanannya masih dibayang-bayangi oleh kenangan masa lalu, kesalahan-kesalahan masa lalu, atau the worse case, disadari atau tidak, setiap ada kesempatan maka pembalasan dendam itu di lakukan.

“Kamu dulu pernah melakukan itu, kenapa sekarang aku tidak boleh?”,

“Mungkin aku dulu pernah menyakiti kamu, dan aku berhak mendapatkan hukuman ini”,

lihatlah betapa menyedihkan jika dalam sebuah reunited timbul pemikiran seperti itu, dan yang perlu dipertanyakan adalah kemanakah hubungan itu akan di bawa, lha wong dalam perjalanan awalnya aja sudah sangat sulit lepas dari bayang-bayang masa lalu. Di manakah the new beginning itu? Dan saya kira itu adalah sebuah kemunduran. Bandingkan dengan ini,

“Kamu dulu pernah melakukan kesalahan itu, berarti sekarang aku tidak boleh melakukan hal itu, karena itu menyakitiku, pasti juga menyakiti kamu”,

“Mungkin aku dulu pernah menyakiti dia, tapi sekarang aku tau kesalahanku, dan tidak akan kulakukan lagi”

lebih menjajikan bukan? Dan saya yakin dengan pasangan yang berfikir seperti itu pasti akan lebih mudah menghadapi gejolak-gejolak yang mungkin datang, karena sudah pasti mereka siap menghadapinya, dengan kedewasaan berfikir dan bersikap.

Sebuah hubungan harusnya, idealnya adalah dua arah, saling memberi dan menerima, meskipun mungkin ada salah satu pihak yang berhati emas dan tulus, hanya ingin memberi, tapi saya yakin, dalam lubuk hatinya pasti ada harapan apapun yang dia lakukan akan menghasilkan sesuatu, kita manusia, apapun yang kita lakukan pasti kita mengharapkan hasil, meskipun toh hasil itu tidak secara langsung berpengaruh pada kita, mungkin berharap pasangannya bahagia, meskipun berulangkali dia menyakiti, itu juga harapan…dalam taraf paling sederhana, atau bisa dikatakan dalam taraf keputusasaan terparah.

Kembali menjalin hubungan dengan mantan sering kali masing-masing terjebak dengan harapan ingin melihat pasangannya seperti dulu, seperti masa-masa sebelum perpisahan, tapi kenyataan mengatakan bahwa segala sesuatunya berubah, terutama manusia, karena kembali menjalin hubungan adalah perubahan itu sendiri, entah perubahan itu menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk, jadi ketika melihat pasangan berubah, kekecewaan demi kekecewaan harus ditelan, ditambah lagi dengan sindrom masa lalu yang tidak bisa dilepaskan, “pembalasan” demi “pembalasan” dilakukan. Terus kalau hubungan sudah sepert itu, layakkah dipertahankan??

Jika pasangan yang diharapkan berulangkali melakukan kesalahan, berulangkali menyakiti, dan berulangkali meminta maaf, tapi berulangkali mengulangi kesalahan yang sama, mungkin perlu dipertanyakan seberapa serius dia menjalin hubungan kembali…karena seharusnya perubahan itu ada dalam sebuah hubungan baru…

Apapun alasan dan pemikiran masing-masing untuk mempertahankan hubungan yang seperti itu, tapi yang jelas cinta itu tidak buta, tidak bodoh dan bukan juga nafsu…

Posted in nggacor, perjalanan | Leave a comment