Jika setiap yang kita takutkan menjadi kenyataan
Dec 16th, 2009 by navirius
Bagaimana jika setiap yang kita angankan menjadi kenyataan? Setiap kekawatiran kita akan sesuatu menjadi nyata…menyakitkan tentunya, menakutkan, mungkin malah bingung mesti ngapain.
Terutama jika kekawatiran kita akan orang yang kita sayang, menjadi kenyataan.
Pernahkan merasakan mencintai seseorang tanpa bisa melindunginya? Tanpa bisa memberikan semua perhatian dan perasaan sayang kita kepadanya? Saya merasakan itu. Saya mencintai seseorang, sangat menyayanginya, tapi perjalanan hidup mengharuskan saya hanya bisa melindungi dengan cara lain, mencintainya dengan cara yang berbeda dan memberi perhatian kepadanya dengan cara diam.
Tanpa bisa saya tolak dan saya hindari, saya selalu tahu keadaan dan kabar dia, setiap itu pula saya mempunyai kekawatiran yang akan terjadi, kekawatiran tentang kesedihannya, tentang air matanya, tentang hatinya yang teriris, tentang sakitnya, tentang semuanya. Dan saya tidak berdaya jika semua kekawatiran saya itu menjadi kenyataan tanpa saya sempat memperingatkan dia.
Sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa dia begitu membenci saya, bahkan saya tidak pernah tahu kesalahan saya di mana. Mungkin saya yang terlalu mencintai dan menyayanginya adalah salah di matanya, yang terlalu takut kehilangannya adalah pengekang bagi kehidupannya.
Jadi di sinilah saya sekarang, hanya bisa ikut teriris dan bersedih jika semua yang saya kawatirkan, terjadi. Semua yang saya jaga, air matanya agar tidak mengalir, hatinya agar tidak teriris, kesedihan yang berusaha saya jauhkan, terjadi begitu saja di depan mata saya tanpa saya bisa memeluk dan menjaga hatinya, memberikan penghiburan dan sekedar penyeka air mata.
Sekarang, saya begitu takut memikirkan semua kekawatiran tentang dia, takut semua itu bahkan akan semakin melukai hidupnya. Mungkin mencintaimu mengharuskan saya mesti menghilang dan tidak pernah hadir dalam hidupmu lagi, mungkin dengan cara itu, kamu bisa melupakan saya dan melanjutkan pencarian bahagiamu yang sempat terkoyak karena penghianatan lelaki, yang berusaha aku balut, tapi semua balutanku kau buka dan kau paparkan di udara terbuka…hingga tercecerlah darah kepedihan itu…
bersabarlah……….